Sistem Manajemen Risiko

Sistem Manajemen Risiko

Perseroan telah menyusun tata kelola manajemen risiko dilingkungan Perseroan sebagai wujud guna mengantisipasi ketidakpastian, kemajuan teknologi, perubahan regulasi, hukum dan sosial politik yang mampu menyebabkan perubahan yang dinamis bagi lingkungan eksternal maupun internal Perseroan. Penyusunan dan implementasi tata kelola manajemen risiko turut mempertimbangkan risiko dalam menentukan strategi. Dalam menciptakan pengelolaan manajemen risiko yang efektif, dibutuhkan kepemimpinan dan komitmen dari seluruh organ Perseroan, arahan dari manajemen puncak, budaya risiko, serta pengawasan terhadap pengelolaan risiko Perseroan sebagaimana mengacu kepada kerangka kerja ISO 31000:2018 dan COSO ERM 2017 serta prinsip three lines of defense sebagai tata kelola risiko Perseroan. 

Perseroan mengidentifikasi berbagai macam risiko yang berpotensi memiliki dampak menganggu operasional perusahaan. Beberapa risiko tersebut adalah:

Risiko Keuangan

Risiko keuangan (financial risk) merupakan segala bentuk keputusan berkaitan dengan keuangan yang menimbulkan kerugian. Risiko keuangan sangat berkaitan dengan keuangan seperti pengaruh transaksi dalam neraca, kewajiban kontrak kerja, jatuh tempo pembayaran utang, risiko likuiditas perusahaan dan hal-hal yang mengurangi fleksibilitas keuangan

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko macetnya pembayaran oleh para konsumen, terutama dalam program Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Langkah mitigasi yang disusun antara lain pemberian subsidi bunga maupun diskon tambahan atas percepatan pembayaran yang dilakukan guna memastikan konsumen tetap memperoleh suku bunga yang kompetitif.

Risiko Kenaikan Suku Bunga

Kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam mengantisipasi risiko suku bunga yaitu dengan mengevaluasi secara periodik perbandingan suku bunga tetap terhadap suku bunga mengambang sejalan dengan perubahan suku bunga yang relevan di pasar.

Risiko Likuiditas

Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

Risiko Pendanaan

Risiko ini timbul apabila Perseroan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya dalam menjaga instrumen keuangan. Upaya agar terhindar dari risiko ini dilakukan dengan menjaga rasio kecukupan kas dan setara kas serta memonitor secara berkala atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual serta menyesuaikan profil jatuh tempo dari aset-aset keuangan yang dimiliki Perseroan.

Risiko Usaha

Perusahaan juga telah mengidentifikasi Risiko-Risiko Usaha yang Berhubungan dengan Kegiatan Usaha Perseroan, antara lain adalah : Risiko Daya Serap Pasar, Risiko Pengakuan Pendapatan Usaha, Risiko Publikasi Negatif, Risiko Pembayaran oleh Pembeli, Risiko Keterbatasan Lahan, Risiko Hasil Kajian, Risiko Pemanfaatan Lahan, Risiko Perubahan Regulasi, serta Risiko Perizinan dan Kerjasama.

Start typing to see posts you are looking for.