Jl. MT Haryono Kav. 12
021 80600880

Tata Kelola Perusahaan

 

TATA KELOLA

 

 

Sebagai entitas usaha yang senantiasa berlandaskan asas kepatuhan dalam menjalankan seluruh aspek usahanya, Waskita Realty telah menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) sebagai upaya dalam membangun perusahaan yang sehat sekaligus menjamin pemenuhan tanggung jawab serta hak seluruh fungsi organ yang terlibat. Perseroan berkomitmen dalam menghadirkan kebijakan tata kelola perusahaan yang kuat melalui penyusunan pilar governance structure yang didukung oleh mekanisme dan sistem kontrol yang jelas dan terstruktur. Adapun soft structure GCG yang telah disusun Perseroan dengan memperhatikan tujuan bisnis dan kondisi kebutuhan Perseroan meliputi:

1. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance Code)
Pedoman tata kelola perusahaan memuat prinsip-prinsip dasar yang memastikan bahwa pengelolaan Perseroan senantiasa berada pada koridor pelaksanaan prinsip GCG di setiap aktivitas bisnisnya. Keberadaan pedoman ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas hubungan kerja antar organ Perseroan, mengoptimalkan penerapan asas-asas Good Corporate Governance, serta memastikan bahwa penyusunan kebijakan Perseroan telah memenuhi check and balance pada setiap proses bisnis.

UNDUH:
PROSEDUR WASKITA REALTY
BIDANG TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG)

UNDUH:
PROSEDUR WASKITA REALTY
BIDANG HUBUNGAN KERJA BOARD OF COMMISSIONER
DAN BOARD OF DIRECTOR

2. Pedoman Perilaku (Code of Conduct)
Pedoman Perilaku memuat panduan dan pedoman bagi seluruh organ Perseroan untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan etika bisnis dan etika kerja, termasuk di dalamnya nilai-nilai dasar dan etika yang berlaku di lingkungan Perseroan. Implementasi pedoman perilaku berlaku bagi seluruh insan Perseroan tanpa terkecuali di seluruh level organisasi. Pedoman perilaku turut memuat kebijakan Whistleblowing System (WBS) yang mengatur mekanisme pelaporan dugaan adanya inidikasi penyimpangan dan pelanggaran hukum, kecurangan, korupsi, suap serta pencurian yang terjadi di lingkungan kerja Perseroan.

UNDUH:
PROSEDUR WASKITA REALTY
BIDANG ETIKA DAN PERILAKU

3. Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter)
Piagam Audit Internal memuat tata kerja Internal Audit dalam melaksanakan fungsi assurance dalam lingkup internal perseroan, termasuk di dalamnya visi dan misi, sasaran internal audit, kedudukan unit audit Internal, wewenang, kewajiban, independensi, tanggung jawab, standar audit, ruang lingkup kegiatan audit, hingga hubungan kerja dengan auditor eksternal.

UNDUH:
PROSEDUR WASKITA REALTY
BIDANG PIAGAM AUDIT INTERNAL

4. Kebijakan Manajemen Risiko
Kebijakan manajemen risiko dalam soft structure mengatur pengelolaan risiko pada tingkat Perusahaan (Enterprise) hingga risk owner pada tingkat proses bisnis, peran pimpinan puncak pada pembentukan lingkungan internal, hubungan infrastruktur, pengukuran budaya risiko sebagai tolak ukur keberhasilan pengelolaan risiko pada tingkat perusahaan, hingga tahapan pengelolaan dan mitigasi risiko.

 

STANDAR ETIKA

 

 

Sebagai entitas usaha yang berkomitmen dalam menjalankan prinsip korporasi yang sehat, Perseroan menyadari pentingnya sebuah pedoman yang mengatur etika dan perilaku bagi seluruh insan Perseroan dalam menjalankan aktivitas usaha Perseroan. Guna mengintegrasikan komitmen tersebut, Perseroan menyusun Kode Etik Perusahaan (Code of Conduct) yang berlaku bagi seluruh insan Perseroan di seluruh level organisasi tanpa terkecuali. Keberadaan kode etik mampu mendorong terciptanya iklim kerja yang tertib dan patuh terhadap peraturan yang berlaku sekaligus menghindari timbulnya benturan kepentingan dalam organ Perseroan. Perseroan juga mengedepankan penerapan atas budaya perusahaan yang dirumuskan secara bersama. Budaya Perusahaan adalah budaya kerja yang dipahami dan diamalkan oleh seluruh jajaran pegawai PT Waskita Karya Realty dalam berkarya menjalankan tugas dan kewajibannya berdasar pada sesuatu yang dimiliki, dianut, dan dipercayai bersama oleh seluruh pegawai perusahaan yang tercermin dalam norma perilaku dan pergaulan sehari-hari.

Perumusan budaya perusahaan tercermin dalam nilai (values) yang dianut yaitu:

 

VALUES

 

PRIORITY

Professionalism

Meningkatkan kompetensi, kerja sama tim, dan proaktif dalam merespon pelanggan.

Innovative

Selalu kreatif, memberikan nilai lebih, dan adaptif terhadap kebutuhan konsumen.

Obedience

Disiplin, patuh pada peraturan, dan loyal terhadap perusahaan.

Responsibility

Amanah dan berkomitmen penuh, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Integrity

Jujur dalam pemikiran, perkataan, dan perbuatan, terbuka, serta berdedikasi tinggi dalam bekerja.

 

WHISTLEBLOWING SYSTEM

 

 

Dalam rangka mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan menerapkan Whistleblowing System (WBS/sistem pelaporan pelanggaran dalam rangka untuk mencegah terjadinya kecurangan dengan melaporkan kejadian atas perilaku pelanggaran serta mendorong budaya keterbukaan serta kejujuran. Penerapan hal tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan No. 07.1/SK/WKR/2011 tentang Prosedur Etika & Perilaku (Code of Conduct) PT Waskita Karya Realty. Perseroan menjamin kerahasiaan identitas pelapor guna menghindari terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

Mekanisme Pelaporan Pelanggaran
Perseroan mendorong seluruh insan Perseroan untuk melaporkan dugaan adanya indikasi kecurangan dalam lingkungan Perseroan melalui prosedur sebagai berikut:

  1. Setiap pegawai wajib melaporkan terjadinya pelanggaran Prosedur Waskita Bidang Etika dan Perilaku kepada Divisi Human Capital & System.
  2. Setiap pegawai yang melaporkan mengenai dugaan pelanggaran etika harus mengungkapkan identitasnya dengan jelas.
  3. Kerahasiaan identitas pelapor harus dijaga, kecuali apabila diperlukan dalam tindak lanjut laporannya sesuai kebijakan Perseroan.
  4. Tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepada pelapor manakala pelanggaran tersebut benar terjadi, kecuali apabila yang bersangkutan juga terlibat dalam pelanggaran dan/atau laporannya tidak benar.
  5. Divisi Human Capital & System menindaklanjuti laporan tersebut sesuai batas kewenangannya.
  6. Divisi Human Capital & System melaporkan kepada Direksi untuk diambil tindakan sesuai dengan Kebijakan Perusahaan.

 

SISTEM MANAJEMEN RISIKO

 

 

Perseroan telah menyusun tata kelola manajemen risiko dilingkungan Perseroan sebagai wujud guna mengantisipasi ketidakpastian, kemajuan teknologi, perubahan regulasi, hukum dan sosial politik yang mampu menyebabkan perubahan yang dinamis bagi lingkungan eksternal maupun internal Perseroan. Penyusunan dan implementasi tata kelola manajemen risiko turut mempertimbangkan risiko dalam menentukan strategi. Dalam menciptakan pengelolaan manajemen risiko yang efektif, dibutuhkan kepemimpinan dan komitmen dari seluruh organ Perseroan, arahan dari manajemen puncak, budaya risiko, serta pengawasan terhadap pengelolaan risiko Perseroan sebagaimana mengacu kepada kerangka kerja ISO 31000:2018 dan COSO ERM 2017 serta prinsip three lines of defense sebagai tata kelola risiko Perseroan.

Perseroan mengidentifikasi berbagai macam risiko yang berpotensi memiliki dampak menganggu operasional perusahaan. Beberapa risiko tersebut adalah:

Risiko Keuangan

Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko macetnya pembayaran oleh para konsumen, terutama dalam program Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Langkah mitigasi yang disusun antara lain pemberian subsidi bunga maupun diskon tambahan atas percepatan pembayaran yang dilakukan guna memastikan konsumen tetap memperoleh suku bunga yang kompetitif.

Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga
Kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam mengantisipasi risiko suku bunga yaitu dengan mengevaluasi secara periodik perbandingan suku bunga tetap terhadap suku bunga mengambang sejalan dengan perubahan suku bunga yang relevan di pasar.

Risiko Likuiditas
Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

Risiko Pendanaan
Risiko ini timbul apabila Perseroan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya dalam menjaga instrumen keuangan. Upaya agar terhindar dari risiko ini dilakukan dengan menjaga rasio kecukupan kas dan setara kas serta memonitor secara berkala atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual serta menyesuaikan profil jatuh tempo dari aset-aset keuangan yang dimiliki Perseroan.

Risiko Usaha
Perusahaan juga telah mengidentifikasi Risiko-Risiko Usaha yang Berhubungan dengan Kegiatan Usaha Perseroan, antara lain adalah : Risiko Daya Serap Pasar, Risiko Pengakuan Pendapatan Usaha, Risiko Publikasi Negatif, Risiko Pembayaran oleh Pembeli, Risiko Keterbatasan Lahan, Risiko Hasil Kajian, Risiko Pemanfaatan Lahan, Risiko Perubahan Regulasi, serta Risiko Perizinan dan Kerjasama.

 

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

 

 

Sistem Pengendalian Internal (SPI) merupakan sebuah mekanisme yang dilakukan Perseroan yang terdiri dari struktur organisasi, metode dan langkah-langkah untuk menjaga dan mengarahkan jalan perusahaan agar bergerak sesuai dengan tujuan dan program Perseroan. SPI juga berperan untuk mendorong efisiensi dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen. Keberadaan SPI bertujuan untuk menghindari adanya penyimpangan prosedur, laporan keuangan yang dihasilkan Perseroan dapat dipercaya, serta aktivitas Perseroan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Internal Audit sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menjamin efektivitas SPI telah menerapkan pendekatan COSO – Internal Control Framework melalui 5 (lima) pilar utama, yaitu:

  1. Lingkungan pengendalian;
  2. Penaksiran risiko;
  3. Kegiatan pengendalian;
  4. Informasi dan komunikasi; dan
  5. Pemantauan

Perseroan menerapkan Sistem Pengendalian Internal pada kegiatan operasional maupun keuangan dengan pendeketan yang disesuaikan dengan kebutuhan akan tinjauan dan pengawasan Perseroan. Dari segi keuangan, Perseroan berpedoman pada Audit Berbasis Risiko (Risk Based Audit) dengan mengandalkan three lines of defence, yang meliputi Finance Control, Accounting Control, dan Tax Control. Dalam hal ini, Internal Audit turut berperan dalam memastikan bahwa program dan kebijakan keuangan dalam RKAP telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan Perseroan serta memastikan bahwa implementasinya telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Akuntansi dan Keuangan sehingga keandalan pelaporan dapat terjaga.

 

CORPORATE SECRETARY

 

 

Perseroan mengangkat Corporate Secretary yang bertugas sebagai pejabat penghubung antar organ Perseroan dan hubungan Perseroan dengan Pemegang saham dan pemangku kepentingan. Dalam struktur organisasi Perseroan, Corporate Secretary merupakan satuan kerja yang berada satu level di bawah Board of Directors. Perseroan menunjuk Reza Erlangga Ludwian sebagai Corporate Secretary yang mulai berlaku efektif sejak 22 Oktober 2018 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan

No. 17/SK/WKR/PEN/2018 tanggal 22 Oktober 2018 yang dapat dihubungi pada alamat berikut di bawah ini: 

Kantor Pusat (Sekretaris Perusahaan)

PT WASKITA KARYA REALTY

Gedung Waskita Rajawali Tower, Lt. 6
Jl. MT. Haryono Kav No. 12, RT 04, RW 11
Kelurahan Bidara Cina,
Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur 13340, Indonesia
Telepon: (021) 80600880
Email: info@waskitarealty.co.id
Website: www.waskitarealty.co.id

Mencari mitra terbaik untuk proyek Anda selanjutnya?

Indonesia Properti Expo 2018