Warna Ruangan Mempengaruhi Mood? Masa Sih?

16 Sep 2020

Dekorasi rumah sering dipandang sebagai elemen estetika saja, namun desainer yang menjunjung tinggi psikologi warna percaya bahwa warna yang digunakan di dalam rumah memiliki efek besar pada kesehatan emosional penghuninya.

Sebagai bahasa non-verbal yang universal, sebelum kamu memilih warna yang akan digunakan, sangat disarankan untuk melakukan penyesuaian dengan fungsi ruang dan warna yang memberi pengaruh besar untuk kamu.

Berikut beberapa pilihan warna yang diusulkan oleh Leslie Harrington, seorang konsultan warna di Old Greenwich:

  1.       Ruang Keluarga & Foyer

Warna yang hangat seperti merah, kuning, oranye, juga warna bumi seperti cokelat dan beige dirasa bisa memberikan kenyamanan untuk menimbulkan percakapan dan meningkatkan koneksi antar manusia.

 

  1.       Dapur

Bisa menggunakan warna apapun, dengan pengecualian untuk warna merah bila kamu sedang menjalankan program diet. Industri F&B percaya kalau warna merah bisa meningkatkan nafsu makan.

 

  1.       Ruang Makan

Di sini kamu bisa pakai warna merah dengan leluasa. Warna merah dipercaya meningkatkan tekanan darah dan memberi semangat tambahan. Lebih bersemangat untuk makan, lebih tepatnya.

 

  1.       Kamar Tidur

Untuk menunjang istirahat, gunakan warna yang kalem seperti biru, hijau, dan lavender.

 

  1.       Kamar Mandi

Warna putih menjadi pilihan yang populer karena menonjolkan kebersihan. Selain itu, warna putih pun mewakili relaksasi dan rejuvenasi. Keluar kamar mandi, kita pun bisa merasa muda lagi.

 

  1.       Area Olahraga

Kombinasi warna kuning-hijau atau biru-hijau dirasa bisa memberi motivasi olahraga tambahan karena keduanya memberikan output warna yang “riang”.

 

  1.       Area Kerja

Harrington menyarankan warna hijau untuk area kerja, karena hijau adalah warna yang bisa membuat orang betah berlama-lama dan cukup tenang untuk memberi suasana yang mendukung konsentrasi/fokus kerja.

Kalau menurut Insan WKR gimana? Warna apa sih yang bisa bikin kamu merasakan sesuatu?



Sumber: webmd.com

KEMBALI